ANALISIS PEMANFAATAN WAKTU ISTIRAHAT TERHADAP KELELAHAN (FATIGUE) PADA AWAK KAPAL

  • Dodik Widarbowo Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
Keywords: Dinas Jaga, Awak kapal, Anchor Handling Tug

Abstract

Tujuan penelitian adalah: (1) menggambarkan pemanfaatan waktu istirahat oleh awak kapal; (2) mengetahui faktor yang mempengaruhi dalam memanfaatkan waktu istirahat. Penelitian ini dilaksanakan di atas kapal niaga jenis Anchor Handling Tug yang dilaksanakan selama kurang lebih 8 bulan, yaitu mulai bulan November 2013 sampai dengan bulan Juni 2014. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh awak kapal yang terlibat dalam tugas dinas jaga pelayaran dibeberapa lokasi dan kondisi perairan yang berbeda. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 9 awak kapal yang menjadi responden dengan 12 kali pengambilan data yang berbeda berdasarkan lokasi keberadaan kapal dengan sistem Judgement sample. Data yang digunakan adalah data yang berbentuk kuantitatif. Jenis data yaitu data primer dan data sekunder. Teknik analisis data, yaitu metode deskriptif. Definisi operasional terdiri atas: istirahat, kelelahan (fatigue), jam kerja, akomodasi, lingkungan kerja, jenuh, Anchor Handling Tug, dan kapal sedang beroperasi. Kesimpulan penelitian: (1) pemanfaatan waktu istirahat ternyata tidak dilakukan secara optimal oleh awak kapal yang bertugas melaksanakan dinas jaga (perwira dek dan perwira mesin), (2) beban kerja tambahan yang berlebihan dan kejenuhan merupakan faktor penyebab utama tidak optimalnya pemanfaatan waktu istirahat yang dilakukan oleh perwira dek dan perwira mesin, (3) dampak negatif yang ditimbulkan dari tidak dimanfaatkannya waktu istirahat secara optimal sangat besar terhadap kelelahan (fatigue) awak kapal.

References

[1]. International Maritime Organization (1973), IMO Resolution A.285(VIII), 20 November 1973 on Recommendation on Basic Principles and Operational Guidance Relating to Navigation Watchkeeping, IMO: London.
[2]. International Maritime Organization (1993), Resolution A.772(18), 4 November 1993 on Fatigue Factor in Manning and Safety, IMO: London.
[3]. International Maritime Organization (2001), IMO MSC/CIRC 1014, 12 Juni 2001. Guidance on Fatigue Mitigation and Management, IMO: London.
[4]. International Maritime Organization (2002), Guidelines on Fatigue, IMO: London.
[5]. International Maritime Organization (2000), Standard of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers 1978, IMO: London.
[6]. International Maritime Organization (2006). IMO/ILO GUIDELINES FOR THE DEVELOPMENT OF TABLES OF SEAFARERS' SHIPBOARD WORKING ARRANGEMENTS AND FORMATS OF RECORDS OF SEAFARERS' HOURS OF WORK OR HOURS OF REST Downloaded 7 March, 2006 Disadur dari http://www.imo.org/HumanElement/mainframe.asp?topic_id=752 5.
[7]. National Transportation Safety Board (1990), Grounding of U.S. Transship Exxon Valdes in Bligh Reef, Prince William Sound Near Valdez, Alaska, March 4th, 1989. NTSB/MAR-90/04, Washington D.C.: NTSB. (Padatanggal 2 Agustus 2009).
[8]. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal.
Published
2020-04-01
Section
Articles